Kupang, Timor New NTT – Keberhasilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 menjadi modal berharga bagi daerah tersebut untuk mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai pengalaman melayani atlet dan kontingen dari berbagai daerah menjadi bekal penting dalam menyelenggarakan ajang olahraga nasional yang lebih besar.
Apresiasi untuk Seluruh Jajaran Pemprov NTT
Dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (19/10/2026), Gubernur Melki menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah memfasilitasi kebutuhan atlet, ofisial, dan delegasi selama PESONAS II berlangsung di Kota Kupang. Apel tersebut dihadiri Wakil Gubernur Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Fransiskus Sales Sodo, serta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Menurutnya, keberhasilan menjadi tuan rumah tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan kesan yang dibawa pulang para peserta. Apresiasi dari Special Olympics Indonesia (SOIna) pusat serta para delegasi menjadi indikator positif atas kerja sama yang telah dilakukan. Ia meminta seluruh perangkat daerah menjadikan penyelenggaraan PESONAS II sebagai bahan evaluasi untuk membenahi kekurangan menuju PON 2028.
Artikel lain Meriah! Kelurahan Kelapa Lima Tutup Event Budaya Etnis Sabu,Tarian Bosan Hala Pukau MasyarakatKesiapan Venue dan Lima Sasaran PON 2028
Optimisme NTT menghadapi PON XXII 2028 semakin menguat setelah delegasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah venue yang direncanakan. Namun, Gubernur Melki mengingatkan bahwa kesiapan harus terus diperkuat melalui pembenahan fasilitas, koordinasi lintas perangkat daerah, serta perencanaan yang terukur.
Untuk itu, Gubernur Melki menetapkan lima sasaran utama yang harus menjadi perhatian bersama:
- Sukses penyelenggaraan – seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, profesional, dan tepat waktu.
- Sukses prestasi – penguatan pembinaan atlet dengan target NTT menembus 10 besar nasional.
- Sukses ekonomi – PON sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal, termasuk pelaku UMKM, perdagangan, dan usaha masyarakat.
- Sukses pariwisata – promosi destinasi unggulan NTT kepada atlet, ofisial, dan pengunjung dari berbagai daerah.
- Sukses administrasi – pengelolaan anggaran dan pertanggungjawaban yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
Olahraga sebagai Penggerak Pembangunan
Kelima sasaran tersebut menegaskan bahwa keberhasilan PON 2028 akan diukur lebih luas dari sekadar kelancaran pertandingan dan perolehan medali. Bagi pelaku UMKM, ajang ini membuka peluang pasar melalui penyediaan makanan, produk lokal, suvenir, transportasi, dan jasa pendukung. Sementara sektor pariwisata berkesempatan memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan destinasi unggulan NTT ke masyarakat luar daerah.
Artikel lain
PESONAS II 2026 Usai, Kontingen NTT Juara Umum III dari 22 Provinsi Peserta
Di bidang olahraga, target 10 besar nasional menuntut pembinaan atlet yang konsisten, dukungan fasilitas latihan, dan persiapan kompetisi yang matang. Pengalaman PESONAS II menjadi pengingat bahwa kerja sama lintas lembaga merupakan kunci utama keberhasilan sebuah ajang olahraga.
Gubernur Melki menegaskan seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan kelima target tersebut, sehingga PON XXII 2028 tidak hanya sukses diselenggarakan, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat NTT.