Kupang, Timor New NTT – Pulau Sumba kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata impian di Nusa Tenggara Timur (NTT), sejajar dengan popularitas Labuan Bajo. Pulau ini menawarkan keindahan alam yang kontras: sisi barat yang hijau subur dengan ombak berskala dunia, serta sisi timur yang eksotis dengan hamparan savana membentang seolah tanpa ujung.

Bagi wisatawan dengan waktu terbatas namun ingin merasakan pengalaman terbaik Sumba, rute Nihiwatu di Sumba Barat dan Tanarara di Sumba Timur bisa menjadi pilihan ideal. Berikut panduan perjalanan 3 hari 2 malam yang dirangkum dari Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata.

Hari 1: Menyusuri Keindahan Nihiwatu di Sumba Barat
Perjalanan dimulai dari Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 1,5–2 jam menuju kawasan Wanokaka, Sumba Barat, lokasi Pantai Nihiwatu. Pantai ini terkenal di kalangan peselancar dunia sebagai rumah dari ombak "Occy's Left" atau yang dikenal dengan julukan "God's Left", sebuah left-hand reef break yang sangat diminati.

Artikel lain Kelurahan Kelapa Lima Gelar Pawai Adat Sabu, Upaya Lestarikan Budaya Daerah


Perlu diketahui bahwa akses ke ombak tersebut sangat ketat dengan kuota hanya 15 peselancar per hari demi menjaga kualitas pengalaman. Bagi yang ingin berselancar, registrasi jauh-jauh hari menjadi syarat wajib. Selain itu, penggunaan drone di area ini memerlukan izin khusus dan dilarang terbang di atas area privat atau vila tertentu.

Bagi yang tidak berselancar, tersedia hamparan pasir putih sepanjang 2,5 kilometer yang dikelilingi perbukitan hijau. Aktivitas menarik lainnya antara lain berkuda di tepi pantai saat senja atau menikmati layanan Spa Safari, termasuk yoga di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.

Hari 2: Menembus Keheningan Savana Tanarara di Sumba Timur
Hari kedua menjadi masa transisi dari barat ke timur. Jarak tempuh dari Pantai Nihiwatu menuju Savana Tanarara di Sumba Timur mencapai 190–210 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 4,5–5,5 jam menggunakan mobil.

Artikel lain Gubernur NTT Pastikan TPP ASN NTT Cair, Bantu Persiapan Keluarga Sambut Akhir Tahun

Tanarara, yang berarti "Tanah Merah", menawarkan lanskap perbukitan savana dengan kontras warna rumput dan tanah liat kemerahan yang sangat sinematik saat dilihat dari udara. Di musim hujan, bukit-bukit ini berwarna hijau segar seperti karpet beludru, sementara di musim kemarau berubah menjadi cokelat keemasan yang memberikan kesan dramatis ala film petualangan. Salah satu spot foto favorit adalah jalan aspal yang meliuk di punggungan bukit, menghadirkan perspektif kedalaman yang luar biasa untuk difoto.

Hari 3: Berburu Golden Sunrise dan Persiapan Pulang
Hari terakhir adalah waktu terbaik untuk merasakan "jiwa" sebenarnya dari Tanarara. Beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  1. Berangkat sebelum terang – berada di lokasi sebelum matahari terbit agar cahaya pagi menciptakan bayangan halus yang menonjolkan tekstur lekukan bukit.
  2. Eksplorasi detail – tidak hanya mengambil foto wide, tetapi juga memotret detail tekstur tanah merah atau gerombolan ternak warga yang melintas.
  3. Logistik mandiri – membawa air minum dan camilan sendiri karena fasilitas di lokasi terbatas.
  4. Persediaan uang tunai – menarik tunai di kota sebelum menuju area pelosok karena ATM tidak tersedia di lokasi wisata.
  5. Hormati aturan lokal – selalu meminta izin kepada warga sebelum memotret mereka atau rumah adat, mengingat adat istiadat Sumba yang sangat kental.

Estimasi Biaya Perjalanan (Per Orang)
Estimasi berikut berdasarkan grup kecil 2–4 orang dan belum termasuk tiket pesawat: Artikel lain Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kota Kupang Gelar Sosialisasi Penerangan Hukum di Kelurahan Kelapa Lima

  • Transportasi: Sewa mobil (Avanza/Innova) selama 3 hari berkisar Rp2.250.000–Rp2.500.000, atau sekitar Rp600.000 per orang untuk rombongan empat orang. Siapkan dana cadangan Rp100.000 untuk parkir dan retribusi.
  • Akomodasi (2 malam):Guesthouse di Waingapu atau Waikabubak berkisar Rp200.000–Rp350.000 per malam untuk gaya budget, sementara hotel berbintang atau resort menengah berkisar Rp750.000–Rp1.500.000 per malam.
  • Makan dan minum: Siapkan sekitar Rp150.000 per hari untuk makan di warung lokal atau restoran sederhana, atau total Rp450.000 selama tiga hari.

Dengan panduan ini, perjalanan singkat ke Sumba bisa menjadi pengalaman liburan yang tak terlupakan.