Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, membenarkan meninggalnya Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada pada Sabtu malam (3/10/2026) sekitar pukul 20.10 WITA. Gonzalo menghembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung mendadak di dalam mobil dinas dalam perjalanan dari Kecamatan Aesesa Selatan menuju Mbay. Pejabat yang lahir di Doberako, 11 April 1968, ini sempat dilarikan ke RSUD Aeramo, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Ia diduga kelelahan akibat aktivitasnya yang intensif dalam menangani dampak gempa Flores sejak 15 Agustus 2026.

Imanuel Ndun menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan seluruh masyarakat berduka mendalam atas kepergian sosok yang dikenal aktif dalam isu kemanusiaan dan keagamaan tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa Gonzalo wafat akibat serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba saat menjalankan tugas kedinasan. Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar beristirahat dalam damai abadi.

Suara Terakhir untuk Kebutuhan Masyarakat

Artikel lain Meriah! Kelurahan Kelapa Lima Tutup Event Budaya Etnis Sabu,Tarian Bosan Hala Pukau Masyarakat

Gonzalo dikenal sangat menonjol sejak hari pertama gempa mengguncang Flores. Ia menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Nagekeo sekaligus Komandan Posko Tanggap Darurat, serta rutin menyampaikan keterangan pers mengenai perkembangan korban, kendala logistik, dan kebijakan pengungsian.

Pada hari-hari terakhir sebelum tutup usia, Gonzalo aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta, baik dengan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB terkait transisi dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi, maupun dengan Kantor Staf Presiden. Di hadapan Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wisnuwardani, ia melaporkan bahwa 518 kepala keluarga mengalami kerugian akibat rusaknya fasilitas air bersih serta 193,41 hektare lahan pertanian. Ia juga menyampaikan kerusakan 22 ruas jalan dan 13 jembatan yang menghambat pemulihan ekonomi, serta rusaknya RSUD, RSUDP, sembilan puskesmas, dan 93 Pustu/Polindes yang melumpuhkan akses kesehatan masyarakat. "Dampak bencana yang melanda telah melumpuhkan berbagai sendi krusial daerah kami," kata Gonzalo saat itu.

Warga Nagekeo Menangis Haru

Artikel lain Lansia 70 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Hutan Nonmeto Kabupaten Kupang

Pada menit-menit terakhirnya, Gonzalo sempat dibawa ke dalam tenda darurat yang berfungsi sebagai pengganti UGD RSUD Aeramo yang turut terdampak gempa. Petugas medis berupaya menyelamatkan nyawanya di tenda tersebut. Warga yang telah berbondong-bondong menunggu di luar tenda dengan cemas akhirnya menumpahkan tangis haru saat Gonzalo dinyatakan meninggal. Jenazahnya kemudian dibawa ke mobil jenazah untuk disemayamkan di rumah jabatan.

Bagian Prokopim Pemkab Nagekeo merilis foto terakhir Gonzalo beserta ucapan duka. Dalam foto tersebut, mantan anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019–2024 ini terlihat duduk sendiri menunggu kedatangan Wakil Menteri PU untuk meninjau kerusakan gempa pada 1 Oktober 2026. Gonzalo maju sebagai calon wakil bupati pada 2024 berbekal pengalaman legislatif dalam negosiasi anggaran serta koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.