Suasana apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di halaman depan Kantor Gubernur NTT, Senin (8/6/2026) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Kegiatan rutin tersebut dirangkaikan dengan penyerahan ribuan buku dalam rangka Gerakan Donasi Buku Layak Baca.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi menyerahkan buku kepada Bunda Literasi Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca dan peningkatan literasi di daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, Ny. Vera Sirait Asadoma, serta Tim Pokja Literasi Provinsi NTT.

Artikel lain Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Warga Panik Berhamburan Saat Akan Beribadah di Gereja

Sebanyak 4.121 buku berhasil dikumpulkan melalui Gerakan Donasi Buku “1 ASN 1 Buku” yang melibatkan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur Melki sendiri menyumbangkan 1.000 judul buku, sementara Wakil Gubernur Johni Asadoma menyumbangkan 50 judul buku. Sejumlah perangkat daerah yang mencatat donasi terbanyak antara lain Bapperida, Satpol PP, Bakeuda, dan Dukcapil.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat budaya literasi di NTT.

“Dengan dukungan ASN, Pemerintah Provinsi NTT dan Pokja Literasi, ayo bangun literasi, ayo bangun NTT,” seru Gubernur Melki yang disambut antusias peserta apel.

Artikel lain "Tak Lagi Jadi Langganan Genangan, Jalan GOR Oepoi Dibangun dengan Konstruksi Khusus"

Ia juga menegaskan bahwa buku-buku yang disumbangkan sebaiknya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. “Daripada buku-buku disimpan di rumah, lebih baik disalurkan kepada Pokja Literasi untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Ini gerakan yang sangat baik,” ujarnya.

Buku-buku tersebut nantinya akan disalurkan ke taman baca masyarakat untuk mendukung kebutuhan literasi anak-anak dan masyarakat di berbagai wilayah NTT.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga memaparkan sejumlah isu strategis daerah, termasuk penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank NTT, PT Flobamor, dan KIB Bolok, serta rencana penyertaan modal daerah sebesar Rp75 miliar yang akan dialokasikan setelah rencana bisnis BUMD disetujui pemerintah dan DPRD.

Artikel lain Bupati Eduard Markus Lioe Hadiri Penandatanganan MoU Pemkab TTS dengan Universitas Citra Bangsa

Ia menegaskan bahwa proses pengisian jajaran BUMD dilakukan secara profesional tanpa melibatkan unsur tim sukses. “BUMD tidak diisi dari tim sukses Melki-Johni. Semua melalui proses seleksi yang melibatkan berbagai pihak secara profesional,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang masih dalam tahap penyesuaian, namun tetap berupaya menyiapkan dukungan untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN di akhir tahun.

Ia turut menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik serta percepatan program bantuan rumah layak huni dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang menargetkan hingga 15.000 unit rumah di NTT.

Artikel lain Kapolda NTT Berganti, Irjen Rudi Darmoko Digantikan Perwira Brimob Irjen Reza Arief Dewanto

“Perangkat daerah terkait harus segera menyelesaikan konsolidasi data agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini masih berada pada angka 20 persen. Ia meminta setiap perangkat daerah bekerja lebih optimal dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

“Yang tidak mampu menunjukkan kinerja akan dievaluasi secara berkala, termasuk pimpinan perangkat daerah,” tegasnya.

Artikel lain Undana Bebaskan UKT Satu Semester bagi Mahasiswa Flores yang Terdampak Gempa Bumi

Apel bersama ASN ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun budaya literasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

(*Mike).