Sumba Barat Daya, Timor New NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu pagi (4/10/2026). Kejadian tersebut memicu kepanikan di kalangan warga yang saat itu tengah bersiap menjalankan ibadah Minggu di gereja. Banyak di antara mereka berhamburan keluar bangunan rumah maupun gereja untuk menyelamatkan diri.
Tidak Berpotensi Tsunami, Getaran Terasa Hingga Bima
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 06.55.52 WITA dengan parameter awal magnitudo 6,1 yang kemudian diperbarui menjadi M5,9 pada kedalaman 30 kilometer. Episenter gempa berada di laut di wilayah barat daya Kodi, SBD.
Artikel lain Mantan Anggota DPRD TTS Gustaf Nabuasa Meninggal Dunia Diduga Akibat Penganiayaan, Pelaku Diamankan PolisiDirektur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault) dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Getaran terkuat dirasakan pada skala VI MMI di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, di mana seluruh penduduk merasakan guncangan dan kebanyakan terkejut hingga lari keluar rumah. Sementara intensitas IV MMI dirasakan di Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. Gempa ini juga terasa hingga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan skala III MMI. BMKG mencatat satu gempa susulan hingga pukul 07.25.55 WITA.
Warga Panik Saat Persiapan Misa Pagi
Artikel lain Kapolda NTT Berganti, Irjen Rudi Darmoko Digantikan Perwira Brimob Irjen Reza Arief DewantoSalah seorang warga Tambolaka, Yohanes Bulu, mengaku gempa mengguncang tepat ketika umat Paroki St Arnoldus Janssen sedang bersiap mengikuti misa pagi. Warga spontan berhamburan keluar gereja dan beberapa di antaranya sempat terjatuh akibat kepanikan. Gempa menyebabkan keretakan pada tembok dan menara sejumlah gereja. Namun beruntung tidak ada kerusakan berarti maupun korban jiwa, dan misa akhirnya kembali berlangsung beberapa saat kemudian. Warga SBD lainnya, Franky Keban, menyampaikan bahwa kondisi paling parah terjadi di wilayah Kodi yang menjadi episenter gempa. Banyak rumah yang rusak dan runtuh, termasuk kerusakan pada beberapa fasilitas seperti sekolah. Sementara di kota, kondisi relatif aman.
BPBD Masih Melakukan Pendataan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hingga kini belum merilis laporan rinci mengenai kerusakan dan korban, karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung. Pihak BPBD mengaku berada jauh dari lokasi utama kejadian dan tengah berupaya memperbarui data agar informasi yang diterima valid. Staf BPBD di sekitar lokasi telah diturunkan ke lapangan segera setelah gempa terjadi untuk mendata kerusakan dan memastikan kondisi warga terdampak.