
Timornewntt Kota Kupang NTT – Data yang akurat bukan sekadar deretan angka, melainkan fondasi utama dalam memastikan setiap program pemerintah tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan data yang valid, bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat, akses pendidikan semakin terbuka, dan pembangunan dapat berjalan lebih adil serta merata.
Pesan tersebut kembali ditegaskan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Kota Kupang. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menekankan pentingnya tiga pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, yakni Data Akurat, Sasaran Tepat, dan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, ketiga pilar tersebut saling berkaitan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memutus rantai kemiskinan. Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan sasaran penerima program pemerintah sehingga berbagai intervensi sosial dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), implementasi kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui kehadiran Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang, yang saat ini menjadi tempat belajar bagi 100 anak yang berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan kini memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Selain mendapatkan pendidikan formal, mereka juga menerima pembinaan karakter serta pendampingan psikososial guna membentuk pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah Provinsi NTT juga terus berkomitmen memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Upaya ini dilakukan agar seluruh kebijakan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan tidak ada warga yang tertinggal dari pelayanan maupun bantuan pemerintah.
Melalui penguatan data yang akurat, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, serta perluasan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan di Nusa Tenggara Timur.
(*Mike).